Sabtu, 15 April 2023

Ada cerita apa hari ini?


|•🦋•| Catatan Perempuan; Ada cerita apa hari ini?

Kamu bungkam semua yang pelik, tersenyum lebar seakan semuanya baik, sedangkan di dalam sana rasanya tercabik-cabik. I see! Ragamu menjulang bak tembok baja, tetapi aku tahu ada banyak duka di dalamnya, demi apa pun kamu selalu terlihat kuat kapan saja. 

Ringkikkan tawa membalut perih yang menyesakkan dada, tidak jarang limbung yang ingin kamu pilih saja, tetapi hei; lagi dan lagi kamu selalu berhasil melewatinya.
Aku tidak paham dengan cara kerja alam semesta, sering kali masalah datang dan pergi begitu saja, tetapi Tuhan memberi jalan keluar dengan cara tak terduga.

Sorot sendu tidak bisa kamu pungkiri, bahkan setelah mencobanya berulang kali, tapi tetap saja kamu kalah dan air mata terjatuh lagi. Lewat sebuah pesan sederhana, bagi sedikit saja duka untuk kita peluk bersama, kemudian kita tertawakan setelah puas bercerita.

Satu lagi hari yang berhasil kamu lewati, meski sesekali kamu akhiri dengan merutuk diri, tetapi kamu selalu melakukannya dengan sepenuh hati. Terima kasih sudah melakukan yang terbaik, kamu hebat mampu berdamai dengan pelik, yakinlah Tuhan akan hadirkan hal-hal baik.

[Tetaplah kuat untuk melakukan hal hebat___Genoveva.]

• • •
#GadisAksara_☕

Kupang, 15 April 2023

Kamis, 06 April 2023

Pulang Untuk Tenang


📌Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka 

|•🦋•| Catatan Perempuan

Pulang Untuk Tenang

Sekiranya kamu butuh pulang yang benar-benar untuk tenang, tidak masalah walau bangunan yang kamu sebut rumah hanya berupa kosong dan sunyi yang banyak-banyak mengebiri, atau justru ramai sekali bak pasar yang sedang dipenuhi penjual dan pembeli dengan beragam negosiasi; tidak masalah walau bangunan yang kamu sebut rumah hanya berisi mereka yang senang sekali membuat kamu runtuh, atau justru mereka yang selalu menjadi benteng untuk setiap sesak-retakmu; tidak masalah walau bangunan yang kamu sebut rumah hanya sebuah tempat untukmu merebah lelah, atau justru sumber energi untuk semakin kuat di episode juang selanjutnya.

Sekiranya kamu butuh pulang yang benar-benar untuk tenang, tidak masalah walau pulang itu berupa bangunan tempat berlindung dari panas dan hujan, atau justru berupa lapang yang membuatmu tenggelam walau beramai-ramai terus menjatuhkan; tidak masalah walau pulang itu berupa gelak tawa yang kadang berisi luka mengerikan di tengah-tengah keluarga, atau justru berupa segenggam tanah di kuburan basah yang sepi; tidak masalah walau pulang itu berupa kucilan asing dari sanak-sanak manusia, atau justru pelukan hangat dari dua tangan yang saling merangkul silang tubuhmu sendiri.

Sekiranya yang kau butuh hanya sebuah pulang untuk tenang; tidak masalah walau kau menerima dari uluran hangat manusia-manusia yang kau sebut keluarga, atau justru manusia-manusia asing yang tak kau kenal usul asal identitasnya; tidak masalah walau kau menerima di tempat yang gaduh tapi memberi payung-payung untuk meneduh, atau justru di tempat semak yang banyak orang enggan hadir karena merasa sesak; tidak masalah walau kau menerima dengan perasaan lega yang akan membuatmu lupa selamanya akan luka-luka di jiwa, atau justru lega yang kemudian memaksamu kembali bersiap dengan permainan semesta berikutnya.

Tidak masalah untuk sebut, wujud, bentuk, dan penerimaan pulang untuk tenang yang ingin kau rangkul. Kau bisa mendapat segalanya, dengan atau tanpa campur tangan manusia lain. Sebab pulang yang kau butuhkan, hanya kembali mengadu kepada Tuhan—sebenar-benar pulang yang amat tenang dan tanpa paksaan.

• • •
#GadisAksara_☕

April, 2023