|•🦋•| Catatan Perempuan; Semua Kamu Dirayakan
Kepada aku dan kamu yang sudah, sedang, dan belum dirayakan. Tulisan ini hadir kembali dariku, sebagai perayaan besar-besaran.
Dalam tulisan ini, ada lima pasal yang mesti kamu ketahui.
Pertama, terima kasih banyak karena sudah berdiri hingga detik ini, hingga lagi-lagi membaca tulisan pendekku untuk kamu. Terima kasih sudah menjaga diri dan kesehatan. Terima kasih sudah dan terus bertahan. Terima kasih karena tidak ditumbangkan masalah serta keadaan. Terima kasih sudah menjalani hari-hari dengan baik meski sesekali tercekik. Terima kasih karena sudah meluangkan waktu membaca tulisan ini. Serta terima kasih karena sudah memberiku kesempatan merayakanmu.
Kedua, lagi-lagi, jangan keras pada diri sendiri. Makan ketika lapar. Minum ketika haus. Tidur ketika mengantuk. Obati apa yang luka. Hindari apa yang membuat sakit dan tidak nyaman. Menangislah untuk lega. Mengeluhlah saat dirasa perlu. Ceritakan ceritamu. Sesekali egoislah dan tidak perlu jadi orang tidak enakan. Berkata tidaklah pada hal yang mengganggu. Menjauhlah dari hal-hal tidak aman. Tidak harus selalu pura-pura. Tidak harus selalu kuat. Ingat untuk benar-benar beristirahat ketika lelah meski sedang ditumpuk masalah dan kesibukan. Jangan lupakan love yourself setiap hari, dan mengangkat sudut bibir paling tidak sekali dalam sehari.
Ketiga, tidak perlu berkecil hati untuk segala hal yang tidak kamu capai dan yang tidak kamu dapati. Cukup lakukan yang terbaik dan yakinkan dirimu bahwa apa pun hasilnya adalah hal yang tak menyurutkan bahagia. Sebab segala gagalmu, segala burukmu, segala rumpangmu, segala putus asamu, segala ketidakberdayaanmu, segala jatuhmu, segala hitammu, segala kurangmu; sudah sepatutnya diapresiasi. Sebab untuk segalamu, aku akan senantiasa merayakannya.
Keempat, cintai diri sendiri. Hargai ia, sayangi ia, pedulikan ia, kuatkan ia, semangati ia, doakan ia, apresiasi ia, bahkan rayakan ia. Lakukan hal itu sebelum aku yang melakukannya untukmu. Semua harus dimulai lebih dulu dari diri sendiri, bukan? Maka dari itu aku katakan di paragraf sebelumnya untuk tak berkecil hati. Tidak berkecil hati jika belum menemukan seseorang yang sangat mencintai dan dapat merayakanmu. Rayakan dulu dirimu sendiri. Setelahnya, ada aku yang juga merayakanmu.
Kelima, sebagai orang yang sedang merayakanmu, aku ingin tahu segala hal perihalmu. Apa saja makanan dan minuman yang kamu sukai. Apa saja yang menjadi favoritmu. Hobi apa yang paling kamu gemari. Lagu apa yang paling sering kamu ulangi. Apakah kamu suka langit dan senja atau tidak. Bagaimana caramu tersenyum dan tertawa. Bagaimana kamu menangis dan bercerita. Dan banyak lagi. Segalanya. Nanti kuceritakan juga pada semesta bagaimana kamu sudah begitu tangguh menantang dunia. Makanya, kuharap kamu dapat tersenyum dan berbahagia ketika membaca ini. Sebab aku tengah benar-benar merayakanmu. Sampai-sampai aku ingin bersyukur berulang kali pada Tuhan karena sangat berbaik hati memperkenanmu lahir di bumi.
Kepada aku dan kamu yang sudah, sedang, dan belum dirayakan. Detik ini juga semua kamu kurayakan, sebab kamu amat pantas dirayakan. Pula semoga, suatu saat nanti di waktu pasti, seseorang datang dan merayakan semua kamu dengan sebenar-benarnya perayaan.
[Dari seseorang yang merayakan dirinya sendiri, juga merayakan kamu—gn<3va🕊️.]
• • •
#GadisAksara_☕
November, 2023