Senin, 25 Maret 2024

Yang di Dadamu itu Aku


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; ๐—ฌ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ ๐——๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—บ๐˜‚ ๐—œ๐˜๐˜‚ ๐—”๐—ธ๐˜‚

Malam itu kau menemuiku dengan tubuh berlumur rindu. Pejam-pejam di kelopak matamu membawa sesuatu yang tidak pernah kutahu. Di sana ada garis-garis tak bersuara yang ingin ia lesakkan ke dalam dada. Namun, kuhentikan dengan cepat hingga hanya menemui kecewa.

Malam itu kau membawa dua beban berat—satunya di kepala dan yang lainnya di dada. Ada pula sepasang tangan yang urat nadinya putus tersebab liarnya sebuah rasa; dusta yang kau kantongi ke mana-mana. Lantas, kau berteriak padaku meminta bantuan, tetapi tidak kuacuhkan. Biar saja, biar kau tahu, sesungguhnya akulah yang menetap di dadamu.

Malam itu kau berlari padaku dengan wajah bersimbah air mata. Katamu, "Ambil semua rindu ini secepatnya, terima ia, dan jangan biarkan aku tersiksa begitu lama." Tetapi senyum kuhadiahkan sebagai surat luka. Lagi, aku ingin membiarkanmu sekarat untuk sementara. Biar saja, biar kau rasakan rindu yang kejam dan menikam itu.

Terakhir, kau datang memelukku. Mengatakan semua kalimat yang dulunya tidak pernah ingin kau beritahu. Bibirmu terus merapal hal-hal yang tak ingin lagi kau buat gagal. Kau biarkan segalanya merasuk dan bersemayam di tubuhmu. Sampai ketika semua organ itu luruh dan berterus terang padaku. Cinta itu, aku melihatnya di matamu.

• • •
#GadisAksara_☕

Maret, hari ke dua puluh lima 

Sabtu, 16 Maret 2024

Damai dan Cinta ๐Ÿ˜‡❤️


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan 

Selalu ada genangan di sudut mata, tiap kali mengingat betapa cantiknya puisi-puisi yang Tuhan buat. Cicit burung, dan batang pohon bambu beradu adalah gema yang tertangkap telinga sebagai pengingat "Datanglah padaku, aku rumah yang selalu sedia menerima kehadiran ketika tiada sesiapapun mau menerima kamu" 

Cara-Nya membahasakan apapun selalu ayu, begitupula soal mengingatkan bahwa sesuatu yang saat ini kugilai setengah mati adalah gula-gula, manis yang tinggal menunggu waktu akan merusak gigiku. 

Maka, untuk segala yang pernah mengguncang dada, tak ingin kuberi nama patah. Atas nama cinta-Nya, aku tidak retak, aku melepas cangkang, berganti gaun, agar menemukan manik yang lebih indah. 

Damai dan cinta memeluk yang dari-Nya manusia diberi gambaran, bagaimana menjadi kekasih yang benar. Yang karisma-Nya membuat bulan kewalahan menahan detak, sampai terbelah.

• • • 
#GadisAksara_☕ 

Maret, hari ke enam belas

Sabtu, 09 Maret 2024

Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Pria Kuno dalam Sajak 

Aku mengenalmu sebagaimana semesta saling berkonspirasi mengenalkan kita. Diam-diam menyiapkan pertemuan paling tak sangka. Dititipkannya kepada sulur-sulur kepala enggan lupa. Percakapan pertama, diingatanku yang lemah, dua ribu dua puluh.

Lelucon kerap kali menyihir kita hingga betah di malam-malam paling larut. Mengundang gelak tawa, kadang pula kenangan runut. Liris-liris manis yang membawa kau dan aku berkemas romantis. Kita menggelar purnama, lalu membongkar celengan rindu sebanyak ia disimpan berlama-lama.

Tak ada yang biasa-biasa saja denganmu. Kau mengajakku ke dalam lautan kata-kata, lantas melebur di sana. Betapa tiada tenggelam paling damai selainnya. Kau mengajakku berdansa bersama, bukan hanya menari seorang diri. Betapa aku sudi menikmati seluruh melodi itu tanpa batas henti.

Aku jelas mengasihimu, lebih banyak dari kau mengasihiku, atau mungkin lebih sedikit dari itu. Rasa kasih serupa ketika aku berniat mengajakmu mengelilingi angkasa. Menyaru konstelasi di antara galaksi, atau hanya sekadar kekunoan di antara mitologi-mitologi yang selalu kau ceritakan.

Inilah maksudku—tak ada yang biasa-biasa saja perihal kau. Tak pernah. Sebab kau mampu memecahkan kerianganku yang enggan. Kau menanggalkan kesedihan-kesedihan hanya dengan mantra tak terkata. Aku bahkan tak percaya bahwa eksistensimu sama saja dengan virus—menyebar cepat, luas, dan berlangsung terus-menerus.

Rasa penuh sukacita ini selalu memeluk dadaku sejak kali pertama kita berbagi ruang bicara. Telah dibiasakan menunggu demi menyuap rindu-rindu. Telah dibiasakan dengan pikir-pikir aneh sekaligus menakjubkan dalam satu waktu. Sekali lagi, aku telah terbiasa, atas segala hal yang tak biasa-biasa saja, hanya karena itu kau, Tuan. 

• • • 
//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚
#GadisAksara_☕ 

November, 2023

Selasa, 05 Maret 2024

Guinevere ๐Ÿ•Š️


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan

Pinjami aku hatimu, Guinevere. Biar aku tahu di mana saja luka itu berada, aku berjanji tak akan menyentuhnya. Tak cukup kah kamu hidup dengan balutan tawa pura-pura, Guinevere? Tak kamu cium kah bau hati yang kian membusuk mencipta aura-aura yang menggerogoti jiwa?

Guinevere, luka itu tak cukup dengan hanya disamarkan. Memang benar hidup itu panggung sandiwara, tapi sampai kapan hidup dalam pura-pura menjinjing ungkapan tidak apa-apa. Lagi pula, bagaimana aku bisa percaya jikalau kondisi kamu tidak apa-apa, sedang kamu berjalan tergopoh-gopoh dengan darah di mana-mana.

Lihatlah cermin, Guinevere. Lebammu di mana mana. Memang aku tak mampu sedikit saja membantu, tapi jika boleh aku akan meminjamkan bahu. Menagislah!

[Guinevere, oleh Genoveva—๐Ÿ•Š️]

• • •
#GadisAksara_☕

Maret, 2024