Senin, 16 Mei 2022

Kami Bangga Menjadi Perempuan


Saya, kamu, kita (Kami) Bangga menjadi Perempuan 

Kalaulah Adam tidak bergelimang sepi? 
Akankah kami, perempuan akan tetap ada di dunia ini? 
Melahirkan generasi penerus yang siap menghadapi sengitnya pertarungan di bumi
Iriskan sejumlah rasa yang kian hari makin tak terjeruji

Belum lagi fajar datang menyingsing, membangunkan cahaya benderang penuh pesona 
Aku, dia dan semua perempuan penerus Hawa 
Niatkan di sanubari 'tuk menghadiahkan yang terbaik bagi dunia, tapi tak mengapa 
Gemericik air hujan masih membekas di jendela 
Ganggang pintu terkuak perlahan menyusahkan detik kecil hampir tak bersuara 

Aman, mimpinya tak harus sirna di penghujung malam 
Jeritan dan rintihan tak berbunyi datang dari makhluk tak berdosa di ruang kelas kami 
Ahh, kami tidak mau tahu 
Dendam membara seakan memuncak ketika besi teramat tajam mengiris satu persatu makhluk Tuhan 

Inginku bukan, ini untuk mereka 
Pemimpin dan pejuang kelangsungan hidup Bumi Pertiwi 
Ego tak bisa mengalahkan naluri 
Kami yang telah tercipta dari tulang rusukmu, Adam 
Rasa tak adil sekalipun tak pernah terbesit dari relung hati 

Emansipasi, kami punya itu bukan karena merasa tersaingi 
Menjadi pendampingmu yang bisa membantu kalian mengubah dunia juga menjadi prioritas kami 
Pujian, perhatian, dan perlindungan dari kalian akan kami jadikan penggiat mendidik generasi pemberani penerus negeri 

Ukiran senyum mengisyaratkan bahwa kami, perempuan, bangga menjadi makhluk yang kalian muliakan 
Angka bahkan tak mampu memberikan nilainya untuk derajat kami 
Nikmatnya hidup, di telapak kami saja ada surga. Lalu, bagaimana dengan ubun-ubun kami? 

//Fkip. Biologi Kelas A 
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

[AnakManusia;dan terjadilah seperti yang telah disabdakannya:] 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar