Sabtu, 14 Mei 2022

Saban Malam

(1) 
Saban malam aku terlantar di teras bibirnya, di mana puisi-puisi dan sajakku terbaca dengan nada air mata yang deras. 

(2)
Saban malam aku tak pernah mengundang sedih, namun dirimu selalu hadir dalam alunan deru angin yang berhembus menjelma rindu. 

(3)
Saban malam yang tamaram aku nanti-nanti hadir di bawa mata mampu. Aku coba ketikkan sebaris puisi di bibirmu, lalu ku ketuk pintu mata agar aku terbaca dari hilang dan heningmu. 

//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

[Penfui, 14 Mei 2022;]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar