Eunoia
Hai, Juni
Habis sudah bulanmu dengan bisu
Tentang hujan yang datang menabuh rindu
Tentang angin yang merayu pucuk-pucuk daun di sudut sunyi
Ada banyak kata yang ingin kutuliskam padamu
Tentang siang yg mendung
Dan kudapati seorang perempuan menguntai air mata yang berderai
Ia adalah perempuan hujan
Dengan raut yang mendung ia merajut tangis dengan senyum
Ia anggun dusun di tubuh perkotaan
Juga rembulan yang mengambang di dada
Perempuan Hujan
Jiwanya mungkin akan padam oleh waktu
Tetapi cintanya akan terus berbunyi
Sepanjang usia puisi ini
Selamanya meski derai air matanya surut bersama hadirnya pelangi
Teruntuk Juni
Semoga tak kunjung semu
Untuk semua temaram dalam mimpi
Untuk semua bencana yang bertamu
Semoga tak lebih asing lagi
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕
[Anak Manusia, Semoga Tak Lebih Asing Lagi:]
Larantuka, 30 Juni 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar