IBU-MU
Perempuan itu, menanak mimpimu dengan jari jemari melepuh belum sempat di balut, menyalakan tungku diantara hujan diam-diam yang mengalir hingga rahangnya mengeras menahan dingin....
Jangan lagi mencari sosok ayah dari bibirnya yang tanpa jawaban, telah cukup kuat punggungnya memikul ribuan keluh tapi tidak untuk sesosok itu, darah yang mengalir di nadimu mungkin sama merahnya dengan dia tapi asinnya hanya dari peluh ibumu....
Perempuan itu, hampir lupa tentang pulas ketika malam sempurna menutup langit, di tengadahnya hanya ada namamu yang di lambungkan menembus awan, bila tiba masanya waktu akan bercerita perihal cinta yang diasuhnya pada hitungan tak berjumlah....
__🌿🕊️
#GadisAksara_☕
Kupang, 22 Agustus 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar