Selasa, 06 Desember 2022

Saya Berhenti


|•🦋•| Catatan Perempuan 

"Serius kau berhenti?" 

"Iya."

"Kenapa? Katanya kau mencintai pemuda itu." 

"Aku tidak bisa bertahan pada rumah yang hampir rubuh, Chaa."

"Hei, mungkin dia hanya butuh waktu, jeda. Sedikit jeda." 

"Tidak. Jeda menurutku adalah selesai. Jika ia kembali hanya ada dua kemungkinan. Dia sedang bosan dengan wanita barunya, atau dia baru menyesal bahwa wanita barunya tidak serupa aku. Kau harus tau, Chaa. Tidak akan ada lelaki yang cukup dengan satu wanita. Guruku bahkan pernah mengakui itu secara terang-terangan di depan mataku. Sayangnya aku dungu ketika jatuh cinta. Mana bisa? Mana bisa kau bertahan seperti manusia bodoh ketika kau bahkan sudah diusir keluar. Aku tidak mau menjadi Gila yang bahkan tidak digilai kekasihnya. Aku tidak mau gila sendirian."

"Tapi kau bilang kau mencintainya." 

"Ya aku memang sungguh mencintainya, maka kulepaskan ia. Mana bisa aku melihat kekasihku dalam ketidaknyamanan? Denganku adalah belenggu. Denganku adalah usik yang menyebalkan. Denganku adalah ramai. Denganku adalah musibah. Denganku adalah hari-hari yang membuatnya tidak merasa menjadi dia. Denganku adalah patahan sayap yang seharusnya ia kepakkan ke atas sana. Bagaimana bisa aku terus memaksa, sedangkan aku saja tidak suka dipaksa-paksa. 

Dia punya kaki, Chaa. Punya tangan, punya perasaan. Dia bebas kemanapun. Bahkan mencintai apapun atau membenci hal-hal yang semula ia gilai. Aku tidak pernah ingin menjadi penjara bagi hidup orang yang aku tidak ada kontribusi di dalamnya. Kucukupkan, Chaa. Kucukupkan. Aku bisa memilih pemuda manapun yang juga mencintaiku. Tetapi aku tidak akan bisa bersama dengan pemuda yang bahkan susah tidak menginginkan aku ada diradiusnya." Gadis itu menunduk. Bersimpuh. Matanya berlinang tapi bening itu tidak jatuh. Ia lemah tetapi harus tegar. Ini hanya masalah waktu. Ini hanya masalah penerimaan. Ya, tidak apa, semoga. 

"Takdir selalu membuat manusia bertekuk lutut, Chaa. Bagiku hilang bukan bosan. Hilang artinya ia mau menyudahi semuanya. Maka kuiyakan " 

[Yaa, begitulah singkat percakapan dengan teman saya semalam... Malam yang bodoh, bukan?]

🕊️• • •
#GadisAksara_☕

Penfui, 06 Desember 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar