Sabtu, 21 Januari 2023

Segala yang ; pulang, pergi, tinggal & lenyap.


|•🦋•| Catatan Perempuan___Segala yang ; pulang, pergi, tinggal & lenyap.

Untuk segala yang pernah pulang,  berarti dirinya baru habis  dari rantau yang panjang. Sayangnya, ia tak ingat kalau rumahnya ada ranah yang sudah tak dapat diisi lagi. Sama seperti aku, hatiku yang barangkali enggan menerima kembali, seluruh saraf tubuhku yang tidak mau menerima pelukmu kembali. Merasakan hangat yang masih ada secuil masih, tanganku yang barangkali sudah tak mau melambai ke arah yang ada kau disana, senyum teduh yang ber-isyaratkan memintamu untuk jangan disini. Dan aku yang menjadi seperti–“untuk apa kau pulang? Rumahmu bukan disini, bukan disini!”

Harus engkau tahu bahwa semuanya bukan kebohongan untuk menutupi patah hatiku. Ketahuilah si pembangkang untuk terus bersama, si pemaksa yang ingin selalu ada kau disinya, sudah lenyap tidak bersisa lalu berubah menjadi manusia tak kasat rasa. Dia berubah seiring kau yang memintanya untuk tiada saja, sekarang aku bahagia, Do'amu terkabulkam dengan aku yang tiada.

Untuk segala yang pergi, boleh kukatakan untuk jangan pernah muncul didepan mata lagi? Atau boleh aku katakan silahkan jangan kembali? Kau perusak yang istimewa. Menyerangnya dari bagian terdalamnya aku. Lalu kau pasang tampang bodoh tak tahu apa-apa bertanya “apa semuanya membaik?” apa boleh kukatakan kalau kau itu penipu yang  ulung? Kau begitu pelik dan baik hati kepada rumah yang sudah kau rusaki lalu kubuat setengah mati jadi baik lagi. Aku menangis untuk banyak anak panah milikmu, aku muak dengan cacian teramat lembut punyamu, aku menjadi seorang yang sukar mempercayai banyak manusia-manusia lain, padahal hatinya tidak ada kepura-puraan, bukan seperti dirimu. Aku menganggap semua  perkataan merekam bualan, padahal semuanya benar. Coba tebak semua itu sebab siapa? Boleh aku berteriak dikupingmu kalau semuanya berdampak oleh ulahmu? Boleh tidak? 

Untuk segala yang tinggal ; Diriku. 
Kau tahu kan kau sudah kerap kali dibuang? Dan kau tidak ada letih-letihnya berjuang. Kalau begitu terimakasih sudah mau bertahan dalam kurun waktu yang panjang, aku tahu kau lemah, lelahmu sudah tak bisa kau hitung jari. Tidak apa kau tumbang sesekali, Tidak apa berbaring dulu lama-lama, hela dulu nafasmu yang sesak itu, tidak apa istirahat sebentar. Tapi diri, semua perlu dilekaskan untuk jadi baik-baik saja bukan? agar helaanmu sudah tidak sesak lagi, kau perlu buang-buang waktu dulu untuk sembuh. Aku kasihan, mereka tidak ada berhenti-berhentinya memberimu anak panah. Dan kau selalu berkata tidak apa padahal kau meraung ditengah malam.Siangnya kau jadi si ceria. Kau menipu banyak mata  untuk mereka agar tidak tertular sesakmu. Sudah aku bilang ayo bercerita kepada orang yang kau sayang. Tapi kau memilih menangis di depan altar saja, karena katamu kau sungkan kepada manusia, barangkali mereka tidak mau mendengarmu, atau barangkali mereka terlalu lelah dengan keluhanmu. Katamu kau senang mengeluh kepada tuhan, karena hanya DIA pendengar terbaik yang kau temui. Kau benar, buktinya setelahnya aku menjadi lebih baik, terimakasih, aku.

Terakhir, kepada segala yang telah lenyap. Aku berdo'a supaya kau benar-benar dibawa terbang, dan semoga kau juga membawa luka-luka ku bersamanya. Aku senang, karena tidak ada alasan untuk kau kembali atau pulang, kau memilih lenyap tak bersisa. Karena aku sudah bukan menjadi alasan untuk segala tinggalmu. Kalau ditanya apa aku merindukanmu, maka dengan sangat berat kukatakan bahwa "Ya, tentu saja!" Kuharap kau tidak sama sepertiku. Boleh ku katakan sebuah kabar baik?  aku tidak lagi memintamu kembali, memaksa kepada Sang Maha untuk hatimu diberikan padaku. Jadi, aku berdo'a untuk kebahagian masing-masing saja. Aku dan do'aku dan begitu juga kau. 

•Selamat jalan, selamat berpulang.

• • • 
#GadisAksara_☕

Kupang, 09 Januari 2023 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar