Adalah "Dia"
Dia, adalah dia gadis berkerudung dengan tubuh tinggi yang tak sengaja kutemui di persimpangan lorong 3 tahun silam
Dia, dengan banyaknya tahi lalat yang menghiasi wajahnya dan alis tebalnya juga segaris lesung pipi tak kasat mata
Dia, yang memiliki senyum manis namun juga bengis kala di depan orang-orang yang tak dia suka
Dia, yang telah banyak mengisi warna pada krenario hidupku. Gadis yang tak pernah sok alim di depan para kenalan baru. Dia juga yang tak pernah segan-segan menegur jika aku melakukan kesalahan
Dia, yang selalu menjadi topik utama yang di tanya ibu kala aku kembali ke rumah
"Pulang dgn Aty?" pun kala hubungan kami sedang tidak baik-baik saja "ada baku marah dengan Aty ka ni?"
Dia, yang tak pernah mau mengerti tentang puisi namun selalu memberi semangat kala aku sedang berpuisi
Dia, adalah dia gadis yang bukan hanya menjabat sebagai sahabat tapi juga sodari sejak ucapan salam juga jabatan tangan kami untuk yang pertama
Hanya dengan dia, aku pernah menjatuhkan sesuatu di pipi yang lalu jatuh melewati dagu. Sesuatu yang lembut dan hangat.
Hanya dengan dia, pertengkaran hebat selama 1 bulan itu serasa sudah terlewakan berabad-abad lamanya.
Dia, adalah dia rindu yang tak pernah tahu jalan pulang, juga rindu yang tak pernah tahu cara untuk menuliskannya
//Maryati Syaqillah Sari (Aty Lamuda)
#GadisAksara_☕
[Kupang, 28 Mei 2022: Anak Manusia, dan adalah dia yang untuk pertama kalinya kugambarkan dalam sajak milikku, padahal sudah sangat banyak sajak-sajakku berhamburan mengisi berandanya:]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar