Catatan Diakhir Mei
Dalam sajak dan puisi ini telah tertulis namamu
Yang tak pernah lupa aku selipkan disetiap kata
Mengurutkan kau dalam tanda titik dan koma
Agar kau jadikan rindu ini sebagai penjeda
Di akhir Mei ini aku tengah jatuh cinta
Cinta yang bersembunyi dalam diam
Seperti aku mencintaimu sebagai malam
Menikmatimu pada tenggelamnya matahari
Merasakan dinginmu yang terus datang menyelimuti tubuh
Dalam bibir yang berucap disetiap kata yang tertulis
Menuju rongga sukma yang begitu dalam
Membuat aku terus menantikan sebuah jawaban
Di atas harapanku dalam penantian
Yang bisa saja membunuhku secara perlahan-lahan
Di akhir Mei ini
Kau akan senantiasa ku bawa ke dalam ruang imaji
Penuh khayal, ilusi tak bertepi
Peganglah tenganku
Akan ku bawa kau jauh berlabuh
Ke muara bola matamu yang dalam itu
Ahh ... Kemarilah
Aku ingin menangis di bahu sebelah kananmu
Peluklah aku walau hanya sebentar
Aku butuh jemarimu menghapus tiap tetes air mataku
Kemarilah, tuan
Aku ingin berbagi banyak hal denganmu
Menceritakan kepadamu tentang kisah cinta yang begitu bengis
Yang sudah membuat luka memar biru di hatiku
Serta yang mengoyak bibir manis mu ini
Kemarilah, tuan
Berikan aku puisi darimu yang berdarah olehnya,
Berikan aku puisi darimu yang meraung padanya di tengah malam
Sementara sisa Atma tertumpah
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕
[Anak Manusia; Kupang, 30 Mei 2022:]
Gambar ; Pinterest
Tidak ada komentar:
Posting Komentar