Senin, 30 Mei 2022

Catatan Diakhir Mei


Catatan Diakhir Mei 

Dalam sajak dan puisi ini telah tertulis namamu 
Yang tak pernah lupa aku selipkan disetiap kata 
Mengurutkan kau dalam tanda titik dan koma 
Agar kau jadikan rindu ini sebagai penjeda 

Di akhir Mei ini aku tengah jatuh cinta 
Cinta yang bersembunyi dalam diam 
Seperti aku mencintaimu sebagai malam 
Menikmatimu pada tenggelamnya matahari 
Merasakan dinginmu yang terus datang menyelimuti tubuh 

Dalam bibir yang berucap disetiap kata yang tertulis 
Menuju rongga sukma yang begitu dalam 
Membuat aku terus menantikan sebuah jawaban 
Di atas harapanku dalam penantian 
Yang bisa saja membunuhku secara perlahan-lahan 

Di akhir Mei ini 
Kau akan senantiasa ku bawa ke dalam ruang imaji 
Penuh khayal, ilusi tak bertepi 
Peganglah tenganku 
Akan ku bawa kau jauh berlabuh
Ke muara bola matamu yang dalam itu 

Ahh ... Kemarilah 
Aku ingin menangis di bahu sebelah kananmu 
Peluklah aku walau hanya sebentar 
Aku butuh jemarimu menghapus tiap tetes air mataku 

Kemarilah, tuan 
Aku ingin berbagi banyak hal denganmu 
Menceritakan kepadamu tentang kisah cinta yang begitu bengis 
Yang sudah membuat luka memar biru di hatiku 
Serta yang mengoyak bibir manis mu ini

Kemarilah, tuan 
Berikan aku puisi darimu yang berdarah olehnya, 
Berikan aku puisi darimu yang meraung padanya di tengah malam  
Sementara sisa Atma tertumpah 

//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

[Anak Manusia; Kupang, 30 Mei 2022:]

Gambar ; Pinterest 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar