Senin, 19 September 2022

Pesan dari Pengirim tanpa Nama


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan 

Diantara riuhnya suasana kampus dengan berhamburan makhluk-makhluk yang gencar menuntut ilmu, saya dengan kesendirian kembali menjadi asing di bilik pikiran yang paling bising. 

Pesan WhatsApp dari nomor baru tanpa nama pengirim berhasil menyita perhatian saya. Iya, pesan yang isinya menyiratkan penyesalan tetapi tetap penuh dengan  semangat membangkitkan. Saya cukup penasaran dengan si pengirim hingga satu pesan masuk lagi dari nomor yang sama dengan sederet kata sederhana sudah sangat cukup untuk memecahkan rasa penasaran saya. 

•••

Ge, maaf kali ini aku menyebabkan masalah lagi, kamu terluka untuk hal-hal yang kamu tidak tahu kenapa, kamu menanggung hal yang membuatmu tetap tangguh. Maaf, aku tidak bermasut demikian.

Menangis saja, tenggelam, atau kamu boleh memaki aku hanya jangan berlarut. Nova makhluk paling kuat kan, yang tidak pernah menjelaskan apa-apa karena takut tidak diterima, yang memilih memikul semua karena takut orang lain kelelahan. Nova sebaik itu, jadi tetap begitu.
.
.
Jangan terlalu sibuk menerka-nerka siapa aku, aku selalu ada disetiap rasa sakitmu..
_________________๐Ÿ•Š️

#GadisAksara_☕

Kupang, 19 September 2022

Sabtu, 03 September 2022

Catatan Perempuan


|•๐Ÿฆ‹•|

Rasanya dunia jadi anomali.
Manusia Sibuk sana-sini, terlalu sibuk sampai lupa rasanya menikmati.
Saya mau duduk sebentar, 
sambil melihat langit dan minum segelas teh.
Tuhan itu baik, dikasih pemandangan seindah ini ya harus dipuji.
Ini gratis, nggak perlu bayar pakai uang, cukup dengan waktumu yang rasanya terlalu singkat .

Coba deh diresapi.
Untuk apa kamu hidup di dunia ini?
Mengejar ambisi yang terus datang tanpa henti? 
mau ini. mau itu .dan masih banyak lagi tuntutan lingkungan yang memaksa kamu nggak boleh jadi manusia rata-rata?
Katanya harus serba luar biasa, lupa kalau kodratnya manusia nggak bisa sempurna.

Coba lihat sekitar. Temanmu sedang sakit.
Kamu nggak tahu tiap malam dia menangis tanpa henti ?
Bukan temanmu. kamu juga. Saya juga.

Terlalu banyak manusia sakit tapi berpura-pura untuk sembuh. Di dunia orang dewasa kamu nggak bisa brekspresi.

Nangis dibilang baper. curhat dibilang drama. mau cerita takut bukan lagi rahasia. marah dibilang emosian.
Terus harus gimana?
Ya udah dipendam saja sampai ketemu orang yang tepat, yang bisa membuat kamu mengerti kalau kamu hidup di dunia nggak sendiri.
Setidaknya,
Bangkit,
Bertahan,
Hadapi.

__๐ŸŒฟ๐Ÿ•Š️
#GadisAksara_☕

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...