Jumat, 20 Desember 2024

Hiraeth


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan: Hiraeth 

sore itu senja tengah rona-ronanya, kita duduk di pinggiran laut seraya memandangi tenangnya air. berbincang hangat berbagi harsa, mendengar dan tertawa saling yang tak biasa. dengan memoriku yang pelupa, aku mencatat segala yang kau suka selain senja dan bebunga. lebihnya lagi segala yang ada di dalam dada.

disela-sela bicara, kau selipkan daisy kecil di telinga, memberi seikatnya lagi untukku rawat biar tak gugur seperti dedaunan tua. katamu, simpan saja dihalaman buku, biarpun layu dia tidak akan hirap bahkan ketika pemiliknya kehilangan selera membaca. 

sore itu bahkan serayu lebih syahdu, memabukkan dua atma yang sama-sama terbelenggu. cakrawala semakin merona seolah sengaja mambawa jauh daksa-daksa. beberapa senyap menyelinap sampai kalap hingga pukul genap. selebihnya hari itu seperti ladang yang tengah mekar-mekarnya; dikara dan mudah disapu masa.

— bahkan dibeberapa kesempatan kita terlalu mewanti-wanti akan kehilangan.

• • •
#GadisAksara_☕ 

Desember, hari ketujuh belas 2024

Kamis, 05 Desember 2024

membacamu lebih banyak, lebih hidup seumpama detak


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; membacamu lebih banyak, lebih hidup seumpama detak.

aku ingin membacamu lebih banyak, bukan sebagai yang sesak, bukan sebagai yang tak nampak. aku ingin mengusap lembut luka-lukamu di dalam, memeluk erat bahu-bahu yang lebam jua mengecup seluruh atmamu yang hitam legam. aku ingin menjadi yang pertama dari lengkung senyummu yang jarang-jarang.

saban hari kuusahakan nyaman ikut serta, seperti tidur di pangkuan atau berbagi segala kisah. menjadi teman bicara, menjadi tempatmu merebah segala. memanggilmu kekasihku, menyiapkan keperluanmu di atas meja. aku ingin menjadi tempatmu bermanja dari keluh kesah realita.

aku ingin membacamu lebih banyak, menjabarmu bukan sekadar tebak menebak, melukismu bukan hanya dari sepenggal jejak. perihalmu ingin seluruhnya kutahu, dari netra yang sendu, bibir yang bisu, langkah yang biru, jua kepalamu yang batu. seluruhnya bahkan yang kau sembunyikan satu-satu.

— membacamu lebih banyak lebih hidup seumpama detak.

• • •
//TheRil ♡
#GadisAksara_☕

Desember, hari kelima 2024

Selasa, 03 Desember 2024

Perempuan, Katanya, Ahli Puisinya Sendiri


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan: Perempuan, Katanya, Ahli Puisinya Sendiri

Musim panen telah tiba: yang keriput dan menua, yang retak dan menggersang, yang abadi dan tak kenal waktu. Pengabdi kemudian menurut mata angin: yang biru dan berduka, yang nahas dan nihil, yang menjadi rahasia.

Kemudian turun sebuah sabda. Di ladang kata tanpa titik-koma dan para perempuan turut serta, berduyun-duyun dengan kesedihan di kepala. Selebihnya berdiang di serambi rumah, berlomba menenun dan menjahit luka menganga di dada.

Perempuan-perempuan di ladang selesai mengolah setumpuk puisi, gegas menata di tubuh angin, yang tanpa permisi dan tanpa kembali. Kabarnya, ia tukang titip di bilik hati, di mulut-mulut lelaki, di kepala-kepala bayi. Demikianlah ia mengetahui sedikit banyak rahasia kata yang tak terucap lidah dan berujung menjadi air mata. Ia menyaksikan banyak yang tak disaksikan siapa-siapa, seperti gelapnya pencuri berita. Dan angin juga kehilangan perangai. Sebagaimana ia diciptakan untuk memegang janji.

Dan musim-musim paceklik: jatuh mengganggu lumbung-lumbung persediaan kata hingga para perempuan mengeluhkan puisi untuk dimakan. Kepalanya sedang kering kerontang, sementara dadanya beristirahat sebelum hari-hari perang. Sesekali kekeringan semacam ini bertandang dan menghentikan perempuan-perempuan menyiasati kesedihannya yang paling dalam. Paling lama sampai panen puisi berikutnya datang.

• • •
#GadisAksara_☕

Kupang, Desember hari ketiga 2024 

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...