Setiap barisnya...
Diksi indahnya
Semua tertata rapi di sana
Menuju akhir yang berjuluk Rima
Lalu terangkai larik berbanjar-banjar
Setiap kita adalah puisi
Hanya saja ada beberapa yang tak menyadari
Kitalah diksi indah sang perangkai baris
Meski kadang kala banyak majas tak bisa dipahami
Ada yang berperan dalam puisi sedih
Puisi sedih yang benar-benar indah
Tapi banyak yang hanya terlarut dalam kesedihannya
Tanpa memaknai letak keindahannya
Setiap kita adalah puisi
Bisa menjadi candu bagi siapapun
Hanya saja tak setiap candu mampu menampakkan diri
Lalu bukan berarti kita tak indah, kan?
Ada yang berperan dalam puisi bahagia
Puisi bahagia yang terlalu menyenangkan
Hingga ingin menangis terlampau haru
Tapi banyak yang hanya terlarut dalam kebahagiaannya
Lalu mengabaikan tujuan puisi sejatinya
Perangkai puisi tidak bodoh
Ia menulis ratusan puisinya
Balada, ode, satire, romansa, dan berbagai halnya
Lantas kita ditulis sebagai Balada?
Haruskah kita menuntut untuk menjadikannya puisi romansa?
Tidak!
Karena setiap kita adalah puisi
Setiap diksi...
Baris yang tertulis...
Larik yang dirangkai...
Pantas disebut candu hakikinya
//Selamat Hari Puisi Nasional
//Selamat Hari Chairil Anwar
#GadisAksara_☕
[Aku puisi sedih yang terlampau menggembirakan, bagaimana dengan kalian?;]
Kota Kasih, 28 April 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar