Kasih-Ku
Aku tak cukup nyali menggandrungi sajak-sajak anggunmu
Atau sekadar membaca seba'it sastra yang lahir dari rahim penamu
Ia serupa pijar nayanika, berlabur gelinggam namun mematikan
Aku seperti mati berkali-kali, menekuri aksara mati yang senyatanya sewarna ambigu terdapat di bilik semu.
Bukan hendak mengelak dari sekecup wangimu
Di sudut sadar aku terkapar
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕
Larantuka, 29 Juni 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar