Rabu, 23 November 2022

Sudah Berdamaikah dengan Isi Kepala


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan 

Sudah Berdamaikah dengan Isi Kepala

Di penghujung hari, saat matahari mulai tenggelam, hujan tiba-tiba turun deras, orang-orang segera berlari mencari tempat berteduh. Sedangkan dua anak manusia itu hanya terdiam, duduk menikmati aroma tanah yang baru diguyur hujan. 

Setelah beberapa lama sibuk dengan isi kepala masing-masing, salah satunya berujar pelan, "Setiap orang pasti mengalami masa remaja yang menyulitkan. Tapi di sini, kenapa saya selalu merasa bahwa saya satu-satunya remaja yang tak lagi punya harapan?"

Yang lelaki hanya terdiam, bingung mau menjawab apa. Benar memang, bahwa hidup semakin menyebalkan saja, semakin banyak persoalan untuk anak usia remaja seperti mereka. Ini membuatnya teringat pada sebuah lagu yang sering ia putar di sudut kamar dengan volume penuh—hidup berjalan seperti bajingan. Ah, benar-benar menyebalkan.

"Jangan benci diri sendiri—"

"Semua orang benci saya," potong gadis itu cepat, ia tahu apa yang akan dibicarakan lelaki di sebelahnya ini. Sebetulnya, ia muak.

"Tahu dari mana kamu? Dari isi kepala kamu yang menyebalkan itu? Dari pikiran kamu yang berlebihan itu? Jawab saya, dari mana kamu dapat pernyataan kalau semua orang benci sama kamu, sementara kamu tidak tahu isi hati mereka?" Jika sebelumnya anak lelaki berkaus hitam ini hanya terdiam, kini ia mulai melontarkan banyak pertanyaan sebab sedikit tak senang ucapannya dipotong. Sedang yang ditanya hanya terdiam, tidak tahu mau menjawab apa jika dicecar begini.

"Satu hal yang perlu kamu tahu bahwa ... ini semua hanyalah permulaan, bagian yang kamu pikir sebagai remaja adalah masalah paling besar, nyatanya di depan sana masih ada masalah yang lebih besar dari yang kamu duga. Buat apa? Karena kita beranjak dewasa, diburu waktu. Jadi kamu harus membiasakan diri. Terdengar melelahkan memang, tapi tanpa kamu sadar, kamu sudah banyak melewati masalah-masalah yang kamu pikir bahwa kamu tidak bisa, ternyata kamu bisa sekuat ini. Jadi, bertahan."

Gadis itu terdiam lama, benar katanya—ini semua hanyalah permulaan.

๐Ÿ•Š️• • • 
#GadisAksara_☕

Sumber gambar: Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...