|•๐ฆ•| Catatan Perempuan; Bertaruh
Ku lihat, kau mencintaiku dengan peringatan. Aku seperti paket dengan tindakan pencegahan. Film yang buruk dengan penafian di awal. Peringatan untuk kemungkinan toksisitas. Audible kutu dari bom yang tertunda. Aku tau aku tak akan pernah menjadi yang terbaik jika aku jadi kamu, aku bahkan tak akan mencintaiku.
Sementara kamu mengenakan bendera merah dan lonceng peringatan, bukan karena kamu ada sesuatu, tetapi karena kamu adalah segalanya yang tidak pantas aku dapatkan. Kamu adalah seseorang yang bisa membuatku terbang dari tebing. Kata-katamu terlalu klise sebagai lagu nina bobo yang bisa menenangkan atau menggetarkan hatiku yang lelah. Tindakanmu, terlalu baik untuk menjadi kenyataan setelah masa lalu yang sepi. Kau mencintaiku dengan cinta yang tak bisa kukenali karena aku tak pernah merasakan yang seperti ini. Aku tidak siap untuk menetap, tetapi kamu layak untuk setiap ′′ yang aku lakukan ′′ di seribu katedral.
Sayang, mencintaimu seperti berdiri di atas langkanya menunggu musim gugurku yang hebat. Menyerah pada kehancuran yang diharapkan. Angin menghembuskan kekhawatiranku, kepedihanku, dan ketakutanku. Memasang tirai siap di atas kepalaku untuk satu kali ini, akhir waktu besar. Tangan terbuka lebar; merangkul kenyataan bahwa aku di sini-tinggal; bertaruh sepotong terakhir hatiku yang patah hati untuk kesempatan tak pernah berakhir hari bersamamu.
Atau seribu puisi setelah kamu.
• • •
//Pria Kuno dalam Sajak ๐
#GadisAksara_☕
April, hari ke lima belas 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar