Rabu, 24 Juli 2024

Pria Kuno dalam Sajak (2)


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚ 

ini kali kedua aku mendefinisikannya, tidak sedang menebak-nebak sebab yang dirasa, dilihat dan didengar ketiganya berbeda. 

Pria Kuno dalam Sajak, pria biasa dengan segumpal puisi di dadanya, berkantung diksi di kelopak mata, juga bibir yang merapal mantra. jantungnya adalah bunga sedang hatinya sebagai cuaca, kepalanya seperti batu—isinya labirin dadu. paru-parunya berperan violin, sialnya senyumnya berupa angin. mengenai dia seluruhnya adalah api, bagaimana dan seperti apa ke enam musim ada dalam dirinya.

Pria Kuno dalam Sajak, sebuah pemberian yang kudapati di gerhana pertama, seperti hangat yang kudapati di utara. sebelum ini aku tak pernah mewanti-wanti duduk di satu sisi, yang dimana sisi yang lain dia tempati. sejauh ini aku tak pernah menerka-nerka, bahwasanya hitam dan merah muda adalah kolaborasi yang sempurna.

Pria Kuno dalam Sajak, aku tak pernah berani merogoh paksa tentang dirinya. ilalang, kaktus sekalipun mawar yang kutahu dia adalah warna. ranting, dahan ataupun akar, yang kutahu dia adalah purnama. mengenai dia dari apa-apa yang dikatakan buana, tak semesti sama dari cara pandang sudut-sudut lainnya. 

Pria Kuno dalam Sajak, seperti maknanya dia lebih dari sekedar nama. 

• • • 
//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚ 
#GadisAksara_☕ 

Juli, hari kedua puluh empat 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...