|•🦋•| Catatan Perempuan
tiba-tiba aku mendengar Tuhan telah mati. aku terkejut bukan kepalang, padahal baru saja duduk memghamba meminta iba. aku masih bersama-Nya. aku penasaran, aku berjalan melewati gang-gang menuju ramainya kota. benar saja, Tuham tidak kutemui keberandaannya di sana.
kulihat, di kedai kopi, di kepala gadis pramuria, di kantong kiri pria paruh baya, di saku depan remaja, di pedangang kaki lima, di banyak dada manusia, Tuhan tiada. mereka menciptakan surga dan neraka sendirinya, pahala dan dosa sesuai aturan semau mereka.
Tuhan benar-benar telah mati, di sebagian tempat yang penuh warna-warni, di sebagian orang-orang tinggi. Tuhan telah tiada, tergerus zaman gila.
mereka tak peduli Tuhan telah mati, masih saja sibuk membangun surga baru. pikir mereka, Tuhan terlalu kuno, surganya terlalu kuno, tak ada kasino juga tak bisa bermain uno. Tuhan terlalu basi, Tuhan benar-benar mati—mati dari hati-hati manusia gila dunia, manusia yang menghapus sikap menghamba.
mereka benar benar tak peduli Tuhan telah mati, aku tak mau menjadi bagian ini.
• • •
#GadisAksara_☕
November, hari kedua puluh empat 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar