Pada halaman kesekian namamu selalu menjadi objek tulisan. Aku pasti mati, tapi puisiku bersamamu abadi.
Matamu ; lebih sepi dari kota-kota mati yang pernah kujelajahi
Namamu ; cerita indah yang pernah kusudahi
Ahh basi
Begitu yang kutulis kala itu
Ketika kau pamit tanpa permisi
Maka puisi adalah obat patah hati yang paling kunikmati.
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕
Kota Kasih, 23 April 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar