Aku pernah ingin berhenti; tidak hanya sekali tapi berkali-kali
Aku pernah ingin berhenti, meniadakanmu dari kepalaku, tapi kau seolah tak ingin beranjak. Justru semakin menetap, bahkan lebih lama dari yang seharusnya
Aku pernah ingin berhenti, meniadakanmu dalam setiap kata yang kueja dengan rasa rindu, tapi aku selalu gagal. Denganmu rindu itu selalu bertambah, bahkan ketika aku kehilangan kata untuk nengungkapkannya.
Aku pernah ingin berhenti, mulai membangun ruang kosong dalam dadaku. Ruang yang sengaka kupersiapkan untuk kuhini sendiri atau bersama seseorang yang kelak akan datang setelahmu.
Tapi, lagi dan lagi aku gagal. Sebelum aku bergerak kau sudah memenuhi setiap sudut dan ruang di dalam dadaku, kadang hatiku berdebar saat aku sedang tak ingin merasakan apa-apa
Pada akhirnya, seluruh usaha hanya berakhir sebatas pernah dari waktu ke waktu. Aku menemukan diriku jatuh pada perasaan yang sama, tidak ada yang berubah bahkan setalah tak terhitung berapa banyaknya luka dan rasa sakit yang bersemayam di dadaku.
//Pria Kuno dalam sajak ๐
#GadisAksara_☕
[Penfui, 10 Mei 2022:]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar