Kamis, 23 September 2021

Terpaksa Melupa

 Terpaksa Melupa 


Semua adalah bekas 

Selalu hilang dalam kibas

Setia adanya hanyalah alas

Setelah menjadi celah dalam culas 


Engkaulah yang terselip di tiap doa

Menjadi nyata dalam dekap air mata 

Tiap kata bukan terlupa 

Menjadi rindu sampai bila 


Ribuan aksara menyeruak di dada

Tak terkata walaupun mengeja terlupa 

April menjadi awal memori kata

Buat yang terindu dalam dekap ibunda 


Ingin berkata menjadi terlupa 

Senyum indah dalam relung tanya 

Suatu saat engkau akan mengeja aksara 

Menjadi kalimat rindu yang terindah 


Aksara tiada bermakna 

Puisiku hampa tak bermakna 

Dalam penantian kata 

Dan diri kembali mendiami rasa 


Dalam jeda diantara koma 

Berputar otak merangkai kata 

Sebagimana menjadi indah 

Goresan terlukis dalam sukma 


//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚


#GadisAksara_

#Genoveva


Amagarapati, 22 September 2021


Selasa, 21 September 2021

Menimang Masa


Sekian lama menata diri 

Menetap dalam sunyi 

Di rahim paling suci milik ibu 

Hingga hadir menatap semesta yang bisu 


Di kala pagi membuka 

Seulas senyum setia menyapa

Setetes air susu tak pernah terlupa 

Selalu menjadi candu di setiap waktu 


Masa kecilku 

Kamu adalah waktu 

Di mana aku hanya perluh berlari 

Dan tidak pernah takut untuk terjatuh


Masa kecilku

Kamu adalah masa di mana jerit tangis 

Aku anggap sebagai senjata

Untuk mendapatkan perhatian dan pertolongan


Dan kamu adalah masa

Dimana aku tidak pernah malu, untuk meneteskan air mata 

Jika ada sesuatu yang terasa luka, atau menyayat di hatiku 


Dan aku tidak pernah berpura-pura tegar 

Saat tahu hatiku tersayat-sayat dengan pilu


#GadisAksara_


Larantuka, 21 September 2021 



Senin, 20 September 2021

Lorong Bisu

Lorong bisu 


Di kening sastramu

Aku menidurkan pena 

Melumuri darah sastra di nadimu

Meretas tiap kata memaknai tiap rasa 


Mungkin aku terlampau rentan 

Menyinggahi pagi yang kau bahasakan 

Sedang aksara telah meliangi malam 

Dalam sunyi yang dada 


Di hening pada lorong yang bisu 

Keningmu adalah tempatku meramu kata 

Dongengkan tentang ilusi nanar netra oleh fatamorgana

Sedangkan bumi menyimpan kisahnya sempurna


Seteguk rindu terlampau sakral

Mengecupi tiap kosakata

Membenihi diksi dalam rahim sajak 

Di puitis bibirmu yang penuh dusta 


Tuan

Bolehkah aku bersanding bersama goresanmu 

Aku hanyalah debu tak bermakna 

Goresanku adalah goresan alam

Walau diri ini masih kelam 


//Pria Kuno dalam Sajak๐Ÿ‚


#GadisAksara_

#Genoveva 


Larantuka, 11 September 2021

Mungkin Esok

Mungkin Esok 


Mungkin esok 

Kita hanyalah sepenggal catatan 

Yang tak kuasa bersorak 

Meminta untuk kembali di baca 


Mungkin esok 

Ketika embun kembali berkisah 

Kita hanyalah setitik dari kristal bening, 

yang tak kuasa menahan sesak saat 

hendak kembali terjatuh 


Mungkin esok 

Ketika rasa ini telan mati

Topeng palsu itu kembali berdusta 

Dan puisi tak lagi bermakna 


Mungkin esok 

Kisah kita hanya akan 

menjadi kasih putih 


//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚


#GadisAksara_

#Genoveva 


Larantuka, 17 September 2021 

Pasir Kata

Pasir Kata  

Di tepian pantai ini, adadakata-kata tumpah  lalu kupungut menjadi sebuah doa.   

Di tepian pantai ini, kuteumukan seberkas nama  yang telah menjejak pudar tersapu ombak.  

Di tepian pantai ini, kumuntahkan semua kenang dan membiarkan diri ini menyatu dengan alam.  

Tenang dan Damai, walau hanya untuk beberapa saat.   

//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚ 

#GadisAksara_ 


23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...