Sabtu, 30 November 2024

Lembar Terakhir


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Lembar Terakhir 

November, ini adalah lembar terakhirmu. Terima kasih untuk segala hal baik yang sudah kamu suguh. Untuk segala hal buruk, aku tidak akan membawanya bersamaku. Tidak apa, 'kan? Kalau ia kutinggal bersamamu?

Aku tidak akan lupa, November, pada tawa yang berdengung di jantungmu. Juga pada senyum yang menari indah di pelataranmu. Namun, November, aku juga tidak bisa lupa pada luka di tubuhmu. Maaf, ya, hal buruk itu turut andil denganmu.

November, tidak apa, 'kan, kalau aku menganggap bahwa kamu tidak lebih baik dari yang lalu? Sebab kamu juga turut andil dalam menambah gurat pilu di kalenderku. November, saat itu di rumahmu aku hampir menyerah, lelahku hampir menuju kalah. Itu sebabnya, tidak apa, 'kan, kalau aku sedikit kecewa?

Ini masih untukmu, November. Kuharap kamu bersedia menampung lukaku, ya, sebab aku tidak ingin mengotori Desember. Ia masih suci, Masih penuh sorak-sorai akan kerinduan pulang. Masih butuh banyak pelukan hangat di rumah rindu. November, harap-harapku masih murni. Cacat yang kuperoleh darimu, November, tidak ingin kubawa sampai ke Desember.

November, ini adalah lembar terakhirmu. Jangan khawatir, November akan kututup dengan senyum yang menggantung di bibirku.

[Penghujung November—gn<3va๐Ÿ•Š️]

• • • 
#GadisAksara_☕ 

Akhir—November, 2023

Minggu, 24 November 2024

Tuhan Telah Mati


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan 

tiba-tiba aku mendengar Tuhan telah mati. aku terkejut bukan kepalang, padahal baru saja duduk memghamba meminta iba. aku masih bersama-Nya. aku penasaran, aku berjalan melewati gang-gang menuju ramainya kota. benar saja, Tuham tidak kutemui keberandaannya di sana.

kulihat, di kedai kopi, di kepala gadis pramuria, di kantong kiri pria paruh baya, di saku depan remaja, di pedangang kaki lima, di banyak dada manusia, Tuhan tiada. mereka menciptakan surga dan neraka sendirinya, pahala dan dosa sesuai aturan semau mereka.

Tuhan benar-benar telah mati, di sebagian tempat yang penuh warna-warni, di sebagian orang-orang tinggi. Tuhan telah tiada, tergerus zaman gila.

mereka tak peduli Tuhan telah mati, masih saja sibuk membangun surga baru. pikir mereka, Tuhan terlalu kuno, surganya terlalu kuno, tak ada kasino juga tak bisa bermain uno. Tuhan terlalu basi, Tuhan benar-benar mati—mati dari hati-hati manusia gila dunia, manusia yang menghapus sikap menghamba. 

mereka benar benar tak peduli Tuhan telah mati, aku tak mau menjadi bagian ini.

• • • 
#GadisAksara_☕ 

November, hari kedua puluh empat 2024

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...