Selasa, 30 Agustus 2022

Selamat Pagi, Ge.


Hai Gadis Aksara, apa kabar? aku sangsi apakah masih ada yang mengingatmu sebanyak aku. sebab baru saja dan sepagi ini aku menemukan kamu pada menu sarapan Bubur Kacang Hijau dicampur Indomie, itu kebiasaan burukmu atau juga kebiasaan aneh lainnya selain mengigiti kuku-kuku jari. Ge, kamu sudah lama hilang, tapi entah kenapa, tak ada yang hilang di kepalaku. Senyumanmu, tertawamu, suaramu, bahkan kalimat-kalimat hujatan yang justru anehnya lebih bisa menenangkan dibanding kata sabar ketika aku terpuruk jatuh.

Ge, sudah hampir dua tahun kamu memilih undur diri tanpa pamit, tak ada kalimat-kalimat baik sebagai ucapan perpisahan, atau basa basi yang sekiranya membuat orang lain tenang, kamu jahat Ge. Seharusnya dari dulu aku mengeluarkanmu dari kepalaku agar hal-hal semacam aroma hujan atau minuman kotak bisa mengantarkanmu pulang pada bilik hati, mengobrak abrik apa yang kutata tanpa kamu di dalamnya. Sial, kenapa sebanyak itu aku menyukai kamu tanpa berani berterus terang ya. Anehnya, di sini aku mengetik ini begitu panjang, padahal tau kamu tidak akan pernah membaca ini.

Jadi jika mungkin tak sengaja ada manusia yang tau tempat persembunyianmu dan membaca ini, semoga ia tidak menjadi kurir yang begitu rajin untuk menyampaikannya, karena jika iya, aku akan menjadi liliput yang mencari cangkang kura-kura di hadapanmu.

Ge, baik-baik ya. Karena katanya rindu berat, tapi bagiku rindu ini hadiah. Aku menemukanmu di mana-mana. Jangan tersandung atau mengigit lidahmu sendiri, karena sepertinya aku sering menjadikanmu bahan cerita  pada ibu akhir-akhir ini. Satu lagi Ge, aku sepertinya mulai terbiasa memanggang kue. Hei tanggung jawab kau, kenapa memanggang itu sekarang jadi candu. 

`Gi✍️

----------

[Hallo, Gi. kau tahu, saat aku memilih menghilang aku yakin sekali bahwa hanya kau tak tak akan pernah melupakanku. Ahh entah harus berapa banyak kata lagi aku tulis menyambut sapaan hangatmu. Kau tahu bukan aku sangat tidak menyukai jika kebiasaan aneh ku diungkit. Tapi kau memang keras kepala yaa, tak pernah mau mendengarkanku. 

Aku jahat yaa Gi, heheh bukankah begitu yang orang lain katakan kepadaku. Tapi kau masih saja mau berteman denganku, entah harus berapa banyak terima kasih lagi aku sampaikan untukmu, walau nyatanya itu semua tak seberapa dengan semua kebaikanmu. Kau terlalu baik Gi, untuk aku yang hanya kau kenal kurang lebih 3 tahun secara virtual. Maaf yaa ngak pernah mau menghubungimu lewat akun real atau lewat no WhatsApp yang pernah kau kirimkan di tahun pertama berkenalan. 

Kau tahu Gi, aku teramat bingung harus berbagi kisah keseharianku dengan siapa lagi selain dengan Tuhan. Jika masih ada kamu aku tidak perlu basa-basi lagi untuk berbagi. Aku takut hal terburuk dalam hidupku yang tak pernah bisa dibayangkan oleh banyak orang terungkap... Bagaimana nantinya mereka mulai menilai tentang keluargaku, tentang banyaknya syair² indah yang kubuat tentang kedua orangtuaku. Aku takut Gi, bagaimana nanti hal terburuk itu menimpanya dan aku tak ada di sisinya. Kau sendiri tahu bukan, bagaimana kerasnya Bapak Ku. Bagaimana kuatnya Ibu Ku dengan menghadapi penyakit yang dia derita. Bagaimana dengan tertekannya aku melihat semuanya itu. Aku merasa traumaku ini semakin besar saja. 

Hei, masih ada ruang tidak untuk aku kembali? Aku rasa aku butuh lenganmu lagi untuk kembali menjatuhkan air mata. Atau butuh beberapa guyonan receh mu tapi selalu membuat aku tertawa lepas. Aku rindu, Gi. Astaga, kau terlalu berlebihan dengan perasaanmu sendiri Gi. Tanpa kau bilang pun aku tahu kau sangat menyayangiku. Aku juga begitu, dan dari sekian banyak yang datang bertamu di rumahku, aku masih saja menjadikanmu tuan atas rumah itu. 

Hahahah aku pernah melihatmu di beranda setahun silam, lebih tepatnya melihat salah satu postingan yang menyatakan kalau mereka mengagumimu. Aku senang, rupanya kau masih selalu punya banyak pengagum yaa, itu terlihat lebih baik bukan. Setidaknya masih ada banyak orang yang menjagamu lewat beranda mereka. 

Jangan terlalu bersedih untukku, Gi. Kau mematahkan begitu banyak hati yang ingin memiliki. Mereka tahu kau kehilangan tetapi jangan bersikap semakin dingin saja terhadap mereka. Padahal mereka selalu mendoakan agar aku kembali dan tak melihat raut sedihmu. Aku senang, aku menjadi alasan untuk kau terus setia tapi aku sedih kau menjadi dingin saja. Aku jamin ibumu pasti akan lebih kewalahan mencegah agar kau tak merusak dapurnya, Hahaha. Kalau sudah candu, jangan terlalu sering yaa Gi. Tunggu saja nanti jika kita bertemu aku ingin menikmati kue buatanmu atau jika diperbolehkan aku ingin memanggang kue berdua denganmu. 

Gi, semoga nanti kita bisa bertemu kembali yaa. Bukan hanya secara virtual melainkan dengan pelukan hangat secara nyata. 

__Aku baik-baik saja. Kamu pun harus baik-baik saja yaa. Salam Sayang, Abang🤗❤️__

#GadisAksara_☕

Senin, 29 Agustus 2022

Catatan Perempuan


|🦋| Catatan Perempuan 

Kesendirian mengajarkanku dalam hidup; segala sesuatu hanyalah sementara, yang menjadi kekasihmu mungkin akan menjadi mantan kekasihmu, yang menjadi teman dekatmu akan menjadi teman dekat orang lain. Orang tua dan keluarga akan terpisah oleh usia. Kembali, siapa yang tahu. Setiap perubahan harus diterima dan disyukuri. Karena kehilangan adalah bagian dari perubahan. Perubahan adalah hal yang mutlak terjadi jika ingin terus berjalan dan berkembang.

Aku telah berkali-kali kehilangan sosok-sosok dalam hidupku. Sehingga siapa pun yang datang aku sambut, siapa pun yang pergi aku bebaskan. Karena hidupku adalah rumah,
aku adalah tuan, sisanya adalah tamu yang tak bisa aku paksa tinggal. Sebab tak selamanya tunggu berujung temu, adakalanya patah datang bertamu.

Ada yang pernah bilang;
Kalau indahnya hidup itu bukanlah tentang apa yang kita alami, tetapi tentang bagaimana cara kita melihat apa yang kita alami.Tapi harapku meyakini, semoga aku dipertemukan dengan seseorang yang tak menjadikan rupa sebagai tolak ukur dari cintanya.

Tuhan Maha tau siapa kamu, aku, mereka atau pun kita. Jadi, apapun yang sedang kamu hadapi saat ini; aku berharap semoga hatimu lekas tenang, jiwamu pun segera tentram, Aamiin.

Dan, aku akan tetap menjadi aku; tidak perduli seberapa banyak manusia yang berkicau suka maupun tidak.Tidak perduli bertopang atau berdiri sendiri. Balik lagi, teman terbaik ya diri sendiri. Kamu boleh kehilangan semua hal, orang, jabatan, materi, asal jangan dirimu sendiri.

Aku menulis bukan untuk mendapat apresiasi, adakalanya aku mendapat kelegaan hati dalam menulis. Segala rasa kuhamparkan dalam setiap bait tulisan, yang kusebut puisi tak 'bertuan'.

Mungkin benar penulis adalah jiwa jiwa kesepian, mungkin juga tidak. sekian.
Untuk siapa pun yang membaca ini; kalian berharga dan layak untuk bahagia.

—🌿🕊️
#GadisAksara_☕

Minggu, 28 Agustus 2022

Teruntuk Gadis Aksara-Ku


Teruntuk Gadis Aksara-Ku 

Hallo Ge, apa kabar? Aku harap baik-baik saja. Tak ada luka yang cukup mampu membuatmu menangis sesegukan seperti waktu itu saat terakhir lenganku basah oleh linanganmu. Ge, sulit sekali mencarimu sekarang, di sosial media atau di dunia nyata, kamu menarik diri dari apapun yang berhubungan dengan manusia. Katamu jangan pernah tanya kenapa, karena nafas masih diberi Tuhan pada raga itu. Tapi Ge, irama dalam denyut jantung ini masih begitu nyeri ketika mendapati kamu lenyap dari mana-mana. Tak ada teriakan lantang, tak ada tulisan yang penuh rasa, tak ada pelukan hangat yang bahkan hanya lewat virtual.

Jangan terus takut, sulit memang menjadi yang paling baik, namun kamu sudah menjadi sangat baik dengan tidak melukai banyak orang. Mereka yang memilih untuk membalas hal-hal yang kamu beri dengan luka, mereka hanya takut kehilangan kamu lebih banyak. Ge, tulisan ini mungkin tidak akan pernah sampai pada retinamu, mungkin juga tidak akan ada desas desus yang sampai pada ruang dengar yang kamu punya. Namun doa-doa sudah lebih dulu bangkìt dari kitab suci untuk menyemogamu. 

Lekas pulang Ge,di sini banyak rindu yang harus kamu damaikan. Banyak luka yang harus kamu tenangkan, banyak gundah yang harus kamu dengarkan.

Lekas kembali Ge, sudah cukup sembunyinya. Gadis Aksara--peluk lamat-lamat untukmu yang tak cukup oleh kalimat.

`Gi✍️

[Hai, Gi. Lama yaa ngak saling sapa. Gimana kabarmu? Ahh aku yakin pasti selalu baik, kan. Seperti katamu, "Aku harus kuat Ge, biar kamu ada yang jagain." Hehehe Terima kasih selalu menjadi yang kuat yaa. Oiya, ternyata tulisanmu sampai juga pada retinaku. Terima kasih Gi, maaf untuk berapa waktu yang cukup lama aku memilih menghilang tanpa jejak. Semoga kamu selalu baik2 saja dalam dekapan doa-doa yang tak henti aku lambungkan pada Tuhan:]

Nb: Salah satu dari beberapa banyak tulisan yang ternyata setia mengisi barisan pesan di media sosialku. Lama tidak membuka akun literasi yg pertama kali dibuat (lebih tepatnya memang lupa kata sandi) ternyata dia masih menjadi yang paling setia menanti dan memberi kabar. Sayangnya akun nya sudah hampir 1 tahun Hiatus.

Hahaha Ternyata masih ada yang ingat dengan saya yaa. Peluk erat dari jauh yaa, Abang 🤗❤️

Sabtu, 27 Agustus 2022

Catatan Perempuan


;𝗄epala harus siap bising, 
    hati harus siap riuh. 

Sosok wanita yang punya ribuan batu di kepala serta bara emosi yang bisa membakar habis kehidupannya kapan saja. Banyak jalan-jalan terjal yang ia lalui, banyak sumpah-serapah pula caci-maki yang menjadi jalan takdir hidupnya. Ratusan tamparan dan tusukan pun pernah bergawai dalam hidupnya. Sosok yang begitu ahli tampak baik-baik saja.

Ada perih yang disembunyikan.
Ada duka yang tak bisa diungkapkan.
Tetapi, riang selalu diusahakan. Entahlah, semua tampak sama jika hanya sekilas. Namun nyatanya semua berbeda jika diperhatikan dengan seksama. Orang-orang berpikir mereka mengenalnya, nyatanya mereka tidak akan paham mati-matian, tidak akan.

Ia paham betapa berantakannya dirinya, sebentar berada pada posisi paling baik, sebentar berada pada posisi paling pelik. Ia mengerti betapa tidak stabilnya dirinya. Suatu hari nanti ia berharap, ia akan cukup berani membuka diri. Suatu hari nanti ia berharap, ada seseorang yang melihat sisi terbaik dan sisi terburuknya, kemudian tetap tinggal dan tanggal.

Terima kasih untuk siapapun yang pernah mengisi kehidupan ini; baik yang menjadikan dunia terasa lebih baik, maupun sebaliknya.

Ia percaya dunia itu indah sebuah prospek yang tak berujung dari sihir dan keajaiban. Dan tugasnya hanya satu; percaya hari baik pasti tiba, tidak cepat dan tidak lambat yaitu di waktu yang tepat.

Hidup kadang semengejutkan itu, tak perlu khawatir. Jika mereka mencintaimu, cintai mereka juga. Jika mereka mendukungmu, dukung mereka juga. Jika mereka membencimu, kamu tidak perlu peduli. Hidup terus berjalan dengan atau tanpa mereka.

—🌿🕊️
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

Rabu, 24 Agustus 2022

SEPENGGAL AKSARAKU HILANG


SEPENGGAL AKSARAKU HILANG

Ingin ku ciptakan selarik puisi
Bujuk gerahnya amarah di sudut hatimu
Ingin ku kumpulkan bait syair 
Rayu amuk kecewa di nyalang tatapmu 

Telah ku cari tekanan diksi yang pasti
Agar tutur ku tak semakin menyakiti lukamu
Sudah ku coba mengukir senyum semanis mungkin
Tak ingin ciptakan dendam di akhir lisanku 

Maaf tuan,,, 
Seperti kemarin, hari inipun aku masih bodoh
Sepenggal aksaraku hilang di palung hati sebuah nama
Tak lagi mampu ku untai kata sejukkan hatimu

Aku tak ingin sepenggal aksaraku jadi sepanas bara
Bumi hanguskan rapuhnya kasih di rawan hatimu
Aku terlanjur memuja setiaku hingga bentang senja tak lagi jingga
Tak ada lagi kata cinta dalam aksaraku untukmu tuan,,, maafkan

__🌿🕊️
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

Selasa, 23 Agustus 2022

Pantai dan Genggaman Hangatnya


Pantai dan Genggaman Hangatnya

; Sepasang insan saling menautkan tangan diujung pantai, menikmati debur ombak yang sedang pasang dan surut.
“tuan, aku akan tetap di sini untuk beberapa waktu yang tak pernah terkira oleh anganku.” ucap seorang gadis yang akan beranjak dewasa.

Genggaman pada tangan mereka seakan tidak ingin dipisahkan oleh waktu.
“gadis kecil, untuk waktu yang tidak dapat diterka di depan sana, padanya kuucapkan; aku ingin membersamaimu hingga nanti Tuhan membuat skenario baru lagi untuk aku, dan kamu ---kita.”

Pria dewasa itu berusaha menenangkan gadis kecil yang kepalanya sedang diterpa banyak kekhawatiran dan rasa takut.

“Tuan, terima kasih. aku mencintaimu dengan sangat, meski pun jika nanti aku harus dipaksa ikhlas oleh keadaan.”
“pun aku begitu, sayang.”

tulisan saya; gadis kecil yang dipanggil Aksara.

__🌿🕊️
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

Kupang, Agustus 2022

Senin, 22 Agustus 2022

IBU-MU


IBU-MU

Perempuan itu, menanak mimpimu dengan jari jemari melepuh belum sempat di balut, menyalakan tungku diantara hujan diam-diam yang mengalir hingga rahangnya mengeras menahan dingin....

Jangan lagi mencari sosok ayah dari bibirnya yang tanpa jawaban, telah cukup kuat punggungnya memikul ribuan keluh tapi tidak untuk sesosok itu, darah yang mengalir di nadimu mungkin sama merahnya dengan dia tapi asinnya hanya dari peluh ibumu....

Perempuan itu, hampir lupa tentang pulas ketika malam sempurna menutup langit, di tengadahnya hanya ada namamu yang di lambungkan menembus awan, bila tiba masanya waktu akan bercerita perihal cinta yang diasuhnya pada hitungan tak berjumlah....

__🌿🕊️
#GadisAksara_☕

Kupang, 22 Agustus 2022

Minggu, 21 Agustus 2022

Ema, sa mau curhat


Ema, sa mau Curhat 

Ema ... Sa rindu le, ti tau kenapa tiba-tiba jadi begini. Terlalu banyak beban di pundak yang sa ti pernah bisa cerita di Ema. Ema sendiri juga pernah bilang to "masih ada banyak hal yang nko tutupi dari ema" 

Aiiss mau blng bagaimana ee tapi Ema tahu dari kecil sa su begini to, diam² ti pernah mau berbagi masalah dgn ema. Sa malu sekali Ema kalo mau duduk cerita dgn Ema. Apa lagi dgn bapa tentang setiap hari yg sa jalani. Ema ti pernah mau tanya sa kenapa? atau kah hal apa yang sa tutupi. Tapi dari Ema pu tatapan sa su tahu Ema percaya kalo sa bisa hadapi sendiri. Cukup dengan Ema yang selalu diam dan ti pernah putus mendoakan sa atau kami anak² ni, sa rasa tenang. 

Kadang sa menangis sendiri Ema, sa rasa terlalu berat le. Tapi sa malu, sa takut sekali, sa su berdoa Ema--yg macam Ema selalu buat dan ajar tu. Mau cerita dgn Ema kalo dari tadi subuh jam 1 sampe siang setelah pulang gereja sa ti tdr Ema. Sa stresss,. 

Sa hanya mau bilang itu saja Ema. Maaf ee ti pernah bisa mau bilang langsung di ema tapi selalu lewat tulisan ni. 

Minta doa nya selalu ee Ema, spy sa bisa kuat ka, macam Ema yg so percaya sa tu ka. 

Malam Bae Ema, ada salam dari Ema pu ana kebara yang mesi malu² mau loa dia pu masalah semua di Ema:)

Arrrggghhh🤯🥴

__🌿🕊️
#GadisAksara_☕

Kupang, 21 Agustus 2022 

Kekasih


Kekasih...

Sudah kutumpuk semua buku yang bertemakan rindu, kukemas dengan atma yang sendu.
Asmaraloka kita berdua itu hanya ilusi, yang membuatku terbuai dan tak dapat pergi.

Katamu aku ini nirmala yang ingin kamu jadikan sebagai jatukrama, namun sayang ucapanmu hanyalah bualan yang membuatku terhempas ke lembah nestapa.

–🌿🕊️
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

Penfui

Sabtu, 20 Agustus 2022

Terkhusus untuk diriku sendiri


🌾;Terkhusus untuk diriku sendiri
           
Bagaimana kita bisa sepakat, jika perihal ini saja kita tidak bisa sepaket. Rasa-rasanya ingin membawamu bertukar pikiran, kamu menjadi aku dan sebaliknya, aku menjadi kamu.

Aku yang bersikeras belajar agar lebih peka terhadap sekitar, belajar untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, belajar atas rezeki yang diberi dan mengerti bahwa tidak semua yang diinginkan terwujud hari ini.

Jadi, aku harus menjadi versi diriku sendiri yang bagaimana lagi? pada akhirnya aku ingin kamu melihat aku yang apa adanya, bukan versi diriku yang dianggap sempurna oleh dunia.

Mungkin aku akan diam, atau akan berkali-kali menyangkalmu dan mengatakan bahwa aku juga berharga. Keras sekali usaha menjadi berbeda. Lewat kata-katamu yang terlampau jahat, kamu termahir membinasakan, kamu berusaha menemukanku yang sudah terlanjur kerdil.

Kalau ditanya mau jadi apa selanjutnya, aku mau jadi burung saja. Biar bisa lihat bumi dan dunia imaji. Tapi aku akan bejalar lagi, walau beberapa orang nyaris menilai dengan buruk. Tak apa, namanya juga proses.

Aku hanya ingin di dengarkan, tapi selalu diabaikan. Sejak saat itu, aku selalu mencari cara agar dapat membagikan perasaan, aku bisa bicara tanpa bersuara, aku bisa meluapkan amarah tanpa harus menyakiti orang lain. "Menulis" tanganku kubiarkan menulis diksi-diksi yang bisa mereka rasakan.

Hidup bukan selalu soal jatuh dan patah.
Jangan mengerdilkan kehidupan orang lain, seolah-olah kamu yang paling tahu segalanya.
Jadi, jangan hidup untuk mengikuti apa yang orang lain suka, maka kamu akan terjebak dalam mimpi orang lain. Pendapat orang lain perlu, namun bukan berarti harus menuruti apa yang mereka suka padamu. Karena kamu harus bebas memilih tanpa harus dikendalikan oleh keinginan orang lain.

Pesan untuk diriku sendiri ;
Aku ingin berterima kasih karena tidak membiarkan mereka menghancurkan dirimu lagi dan lagi. Aku tahu kamu sudah ingin menyerah, aku tahu kamu lelah dan aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja, maaf.

—🌿🕊️
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕

23👑🎂— Renungan & Refleksi 🌹🤎🦋

|•🦋•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...