Sabtu, 27 Juli 2024

tanpa judul kesekian


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan

setelah diembuskan nyawa pada impian yang lebih tinggi dari langitnya sendiri, perempuan bernama cantik ini mengenakan kasih sayang untuk mencapainya. menemui banyak tempat yang bisa saja menakjubkan, bersentuhan pada kontak mata yang asing baginya, pun sekaligus mungkin membuat kepalanya berantakan. seolah bumi dan lautan hendak mengirimnya pada hamparan bunga kematian yang sewaktu-waktu mampu membuat mimpinya tiada seketika. namun, ia tidak cukup lemah hanya untuk dikalahkan oleh hal semacam itu. dia menari di atasnya; kuburan bunga dan kubangan mati, menjadi makanan sehari-hari yang ia lukiskan lagi dalam satu deretan sastra. perempuan itu menari di atasnya.

perihal mimpi, dia tidak pernah kalah. walaupun mungkin untuk satu dua hal, ada banyak patah hati yang bisa tiba-tiba mengoyak jalannya, atau bahkan menghancurkannya saat itu juga. tapi sialnya, dia masih menari di atas penderitaan itu. lewat bait puisi, nada diksi yang terlewat basi, lewat kata-kata yang berkeliaran di kepalanya. dia menari di atas patah hati. seperti menaruh karangan bunga di atas meja, bersama omong kosong dan keributan kata-kata. entah dengan tangan atau tubuhnya, tapi dia indah dengan caranya menyikapi sesuatu.

teruslah berjuang, Nona. hidup tidak akan menunggumu. semoga di tempat yang tidak pernah kau sadari, kau bahagia dengan cara yang paling Tuhan sepakati.

• • •
#GadisAksara_☕

Juli, hari ke dua puluh tujuh 2024

Rabu, 24 Juli 2024

Pria Kuno dalam Sajak (2)


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚ 

ini kali kedua aku mendefinisikannya, tidak sedang menebak-nebak sebab yang dirasa, dilihat dan didengar ketiganya berbeda. 

Pria Kuno dalam Sajak, pria biasa dengan segumpal puisi di dadanya, berkantung diksi di kelopak mata, juga bibir yang merapal mantra. jantungnya adalah bunga sedang hatinya sebagai cuaca, kepalanya seperti batu—isinya labirin dadu. paru-parunya berperan violin, sialnya senyumnya berupa angin. mengenai dia seluruhnya adalah api, bagaimana dan seperti apa ke enam musim ada dalam dirinya.

Pria Kuno dalam Sajak, sebuah pemberian yang kudapati di gerhana pertama, seperti hangat yang kudapati di utara. sebelum ini aku tak pernah mewanti-wanti duduk di satu sisi, yang dimana sisi yang lain dia tempati. sejauh ini aku tak pernah menerka-nerka, bahwasanya hitam dan merah muda adalah kolaborasi yang sempurna.

Pria Kuno dalam Sajak, aku tak pernah berani merogoh paksa tentang dirinya. ilalang, kaktus sekalipun mawar yang kutahu dia adalah warna. ranting, dahan ataupun akar, yang kutahu dia adalah purnama. mengenai dia dari apa-apa yang dikatakan buana, tak semesti sama dari cara pandang sudut-sudut lainnya. 

Pria Kuno dalam Sajak, seperti maknanya dia lebih dari sekedar nama. 

• • • 
//Pria Kuno dalam Sajak ๐Ÿ‚ 
#GadisAksara_☕ 

Juli, hari kedua puluh empat 2024

Minggu, 14 Juli 2024

Hari Minggu ๐Ÿฆ‹๐Ÿ•Š️


Sedikit cerita mengawetkan kisah—Hari Minggu 

Saya mau berbagi sedikit cerita tentang hari Minggu. Hari yang saya akan selalu rindukan kisah-kisah nya. Terlebih selama di rumah sejak masih kecil sampai sekarang. Setiap hari Minggu hal wajib yang akan dilakukan setiap pulang misa pertama di Minggu pagi adalah mendengar musik. Ini suatu kebiasaan yang memang sudah ditanamkan ๐Ÿคฃ, dari masa-masa putar musik masih dengan kaset sampai buka ytb๐Ÿค. 

Kebiasaan setiap Minggu, akan bangun jam stngh 4 atau jam 4 pagi utk siap-siap ke gereja. Saat alarm bunyi Ema su bangun langsung kasih bangun kami semua lalu mulai suruh satu² siap diri. Ini juga suatu hal yang akan saya rindukan, karena yaa sejak zaman yg masih blum tau apa² Ema dgn Bapa sudah ajak utk ikut misa pagi di hari Minggu. Walau bangun pagi dgn berbagai keributannya, tau sendiri bangun dgn jam stngh 4 bagi anak kecil bahkan sampai sekarang kami 4 su besar dan su ada adik perempuan lagi juga tetap saja masih suka mengeluh karena masih mengantuk, wkwkwk๐Ÿ˜†๐Ÿค. Ribut2 kecil tu pasti ada, karena kami TDK mau bangun pagi lalu bapa yg mulai angkat suara panggil kami bangun, saat kami su bangun dgn muka asam bapa malah lanjut TDR ๐Ÿฅฒ๐Ÿ˜ญ. Karena dari sekian banyak anggota dalam rumah, bapa yg akan siap lebih cepat bahkan tepat waktu saat mau jalan bapa su siap habis, kacang juga bapa su siap habis tapi Ema blum siap habis. 

Selama Ema masuk jadi anggota St. Anna di paroki; kalau TDK salah sejak saya selesai sambut baru (terima komuni pertama) kelas 4 sd dan sampai sekarang puji tuhan masih setia, hal-hal yang menjadi kerinduan lainnya itu adalah setiap Minggu pertama dalam bulan, ketika bapa antar kami duluan ke gereja, Ema akan selalu minta kami lihat anggota St. Anna lain pake pakaian warna apa hari Minggu itu, lalu kemudian bapa yg akan sampaikan ke Ema setelah ke rmh untuk jmpt Ema. Yaaa ini juga suatu hal yg buat agak esmosi, soalnya harus bisa tahu anggota St. Anna ygain itu yg mana, dan mereka lake baju warna apa, kadang juga suka TDK ketemu anggota St. Anna ๐Ÿฅฒ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜†. Para emak-emak St. Anna punya pakaian wajib itu ada 4, satu warna hijau lengan panjang, satu warna merah muda lengan panjang, satu batik andalan (kompak satu ragam batiknya) dan terakhir baju putih yg TDK ragam modelnya yang penting baju warna putih ๐Ÿฅฒ๐Ÿค.

Esmosi itu ketika Ema tanya kami kira-kira ada yg ingat Minggu pertama bulan lalu sr. Anna pake pakaian warna apa? Spy bisa diperkirakan Minggu pertama bulan ini pakaian warna apa. Ketika kaki jawab kami lupa/TDK tau, nanti Ema akan marah2 ke kami๐Ÿซฃ(mau heran tapi ini Ema๐Ÿค). 

Dan terakhir, hal yang paling saya rindukan ketika hati Minggu adalah pergi misa pertama di Minggu pagi lengkap datg keluarga dan menikmati musik sehabis misa di rmh sambil bercerita bersama dgn Ema bapa, Kaka dan ade². 

Mungkin bagi sebagian orang ini hal biasa, tapi bagi saya pribadi selama tinggal di kost, akan rasa ada yang kurang ketika pergi misa hari Minggu tapi sendiri, pulang misa sendiri, sampai kost telepon orang rumah utk sekadar ucap "selamat hari Minggu dan tanya kabar" lalu setelahnya paling duduk sendiri kemudian siap makan dan TDR. 

Kadang suka merenung lalu senyum sendiri ketika di tanah rantau, pergi misa sendiri dan lihat ada anak kecil yang pergi misa dengan orang tua nya, benar-benar jadi RINDU RUMAH ๐Ÿฅน๐Ÿซ . Tapi selalu bersyukur karena masih bisa ikut Ekaristi, begitu pula sebaliknya bersyukur kalau telepon setiap Minggu dan orang rumah selalu blng mereka juga tadi pagi sudah pergi misa. 

๐–คฃ๐–ฅง๐“‹ผ๐“Š๐–กผ๐–คฃ๐–ฅง๐–กผ๐“‹ผ๐–คฃ๐–ฅง๐“‹ผ๐“Š๐“‹ผ๐“Š๐–กผ๐–คฃ๐–ฅง๐–กผ๐“‹ผ๐–คฃ๐–ฅง๐“‹ผ๐“Š๐–กผ๐–คฃ๐–ฅง๐–กผ๐“‹ผ๐–คฃ๐–ฅง๐“‹ผ๐“Š

Ini beberapa hal-hal kecil yang menjadikan rindu sangat besar ketika jauh dari rumah. 

Terima kasih sudah mampir sebentar untuk membaca sedikit kisah rindu tentang Hari Minggu๐Ÿซถ๐Ÿ˜‡๐Ÿฅฐ

• • • 

Larantuka, Juli 2024

Jumat, 12 Juli 2024

Tuan Putri ๐ŸŒท


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan

tuan putri, ambil mahkotamu dan kenakan lagi, kenakan juga aksesoris dan gaun paling cantik di lemari, pakai hillsmu dan mulailah berjalan lagi penuh percaya diri. kaubukan Aurora yang perlu dibangunkan atas bantuan pangeran berkuda, kurang pantas pula kaulebih dari dirinya.

tuan putri, sungguh tidak ada yang lebih jelita di jagat raya ini—jangan merunduk lagi seperti lily. rias kembali wajahmu dan pakai lipstik kemudian menari, dunia ini terus berputar jangan mengurung seperti Elsa di kamar, kau bukan dia yang penakut pula emosional.

tuan putri, atur langkahmu lebih tenang lagi, atur bibirmu biar memberi rona di pipi, atur kepalamu biar tegap dan berani, atur jiwamu sebab di sana tempatmu tumbuh dan berdiri. kau bukan princess-princess disney, mereka kurang berdaya juga mudah ditipu daya pula kau dan mereka tak pantas disama-rata.

• • •
#GadisAksara_☕

Larantuka, Juli hari kedua belas 2024

Kamis, 11 Juli 2024

aku menulis yang baru


|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan 

pada sedikit malam yang berbau matahari, aku jelas masih menemukan ingatan dirimu yang telah lama ingin sekali kutinggalkan. berharap, bahwa ketidakjelasan yang meraba pikiranku keluar dengan teramat indah. sayangnya, beberapa perasaan tidak bisa dihapus. entah aku tenggelam, atau mati kedinginan; kehangatan itu tetaplah ada.

maka, biarlah aku melepasmu sebagai puisi paling baik yang pernah kutulis. kau indah, teramat sangat mengagumkan. dalam sudut pandang mana pun, aku masih tetap melihat diriku yang masih mencintaimu. seperti abadi, padahal tidak. kau adalah satu-satunya hal yang terus membelenggu hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri; bahwa denganmu, sudah seharusnya berakhir.

maka, biarlah aku melepasmu. untuk kali ini, biarlah aku melepasmu. mungkin akan masih kau temukan sebuah harapan serta doa-doa baik yang tertata di pojok ruangan berjudul kenangan. mungkin akan masih kau temukan tiap kepingan dirimu yang kususun dengan baik di tengah halaman. mungkin, puisinya tidak akan pernah usang. aku hanya berhenti menulis tentangmu.

kau benar, melangkah setelah jatuh bukanlah hal yang buruk. melihat keromantisan dan kebahagianmu terbagi pada orang lain juga tidaklah buruk. keikhlasan dan penerimaan juga sangat melegakan.

tersenyumlah, aku harap kau masih merasakan perayaan, juga kasih serta abadi akan melekat padamu. percayalah, di semestamu, kau adalah satu-satunya hal yang akan terus melangkah maju. sedang di kisahku, kau berhenti melaju. aku sedang menulis yang baru.

aku menulis yang baru.

• • • 
#GadisAksara_☕ 

Larantuka, Juli 2024

23๐Ÿ‘‘๐ŸŽ‚— Renungan & Refleksi ๐ŸŒน๐ŸคŽ๐Ÿฆ‹

|•๐Ÿฆ‹•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...