|•๐ฆ•| Catatan Perempuan
Kemudian, aku menemukanmu menjahit luka dengan dada menggenang darah. Mukamu memerah dengan bibir meringis perih jua bergumam pasrah. Air mata yang luruh satu-satu, menganak sungai di wajahmu yang sendu.
Sedang kepalamu menjelma antah berantah. Sepi yang maruk menjadikan pikiran berkecamuk. Bergejolak riuh meneriakkan makian yang kumuh. Kau jatuh berlutut, menangis sendirian di sudut.
Seperti bagian dari mimpi, kau yang dulu berapi-api, kini redup lalu mati. Seperti digerogoti dari dalam, kau tumbuh dengan sekujur tubuh yang lebam. Tanpa pelukan dari sesiapa yang datang. Bahkan saat pijakmu tak lagi seimbang.
๐กผ๐คฃ๐ฅง๐กผ๐ผ๐คฃ๐ฅง๐ผ๐๐กผ๐คฃ๐ฅง๐กผ
#GadisAksara_☕
November, 2025