Minggu, 08 Mei 2022

Salah Masuk Jurusan Kah!?

;Sedikit refleksi 
Seperti biasa, banyak sekali lontaran-lontaran yang sudah sangat akrab saya dengar dari beberapa kenalan, teman, keluarga, juga guru-guru di almamater saya. 

Mereka selalu berkata hal yang sama , "Nona/Nova/Nopa ternyata bukan di jurusan bahasa ee. Saya kira di jurusan bahasa, soalnya suka menulis. Apakah tdk salah masuk jurusan?" 

Rebuah pertanyaan juga pernyataan yang tepat sasaran namun di sini saya pribadi merasa "ahhh saya tidak salah masuk jurusan. Kalaupun salah yaa hanya bisa menikmati dan menjalani saja yang sekarang🤭😁." 

Sebenarnya di sini bukan mereka yang salah ataupun saya yang salah masuk jurusan. Tapi di sini hanya perihal kita saja yang tidak begitu saling mengenal. Untuk menulis puisi dan sebaginya, saya memang orangnya suka menulis sudah sejak SD. Hanya menulisnya di buku, bukunya juga masih ada 🤭, tapi di rumah tdk saya bawa ke kost karena tulisannya sangat indah membuat semua netra yang melihat memancarkan/mengalirkan kristal bening (menangis) 😌. 

Setelah lulus sd, saya juga masih aktif menulis semasa di bangku SMP. Dan masih sama saya menulisnya di buku. Bukunya juga masih ada dan saya simpan di rumah yaa tidak saya bawa, kalau bawa semua itu namanya saya mau pindah hati (biarkan yang su berlalu, tetap tinggal di tempat terbaiknya selain hati:).  

Dari awalnya yang mungkin tulisannya sangat hancurr dan absurd setidaknya waktu SMP saya mulai menulis yang lebih hancur lagi lah dari masa sd. Tentunya isi dari tulisan-tulisan itu tidak terlepas dari cinta, persahabatan, juga bahkan tentang kehidupan yang saya jalani, suka dan dukanya ketika saya merasa atau tidak suka dengan sesuata maka saya akan menulisnya. Saya kira itu labil sekali yaa, tapi mau bagaimanapun semua orang pasti pernah mengalaminya. Sebut saja menulis di buku harian mereka. 

SMA kelas XI, saya mulai aktif di Facebook, berteman dengan lumayan banyak kenalan dari luar NTT yang menggunakan akun fake mereka (atau kalau dalam dunia literasi Facebook nama itu namanya 'akun literasi'). Saya juga sempat membuat akun literasi (fake) kalau ada yang kepo boleh langsung cari saja namanya 'Sava Savanya' entah itu saya mendapat roh kuda dari mana sehingga namanya menjadi seperti itu. Tetapi dari akun itu saya merasa memiliki keluarga di dunia Maya. Saya merasa sebagian masa remaja saya itu yaa bersama mereka. Lebih aktif mengikuti berbagai event maupun sekedar berbagi karya di grup-gruo literasi Facebook. 

Saya punya satu keluarga online pertama, awalnya saya juga tidak tau menau saat ditambakan ke grup chat dan ternyata itu yang dinamakan keluarga online. Saya merasa nyaman berada dengan mereka, walau kami hanya berbincang lewat dunia maya (virtual) tanpa pernah bertemu. Saya mungkin satu-satunya orang Timur juga non muslim di situ. Tapi cinta dan kebersamaan kami itu tidak pernah memandang suku,ras, dan agama. Saya mengenal mereka sejak tahun 2019 sebelum Corona menyerang dan sampai sekarang hubungan saya dengan beberapa dari mereka masih sangat akrab dan baik.  Hanya beberapa karena beberapa yang lain ada yang Hiatus dari Facebook ada juga kaka² yang sudah masuk pesantren jadi komunikasinya semakin renggang. 

Dan pada akhirnya saya sampai pada titik sekarang, semakin gencar menulis. Puji Tuhan sudah punya 3 anak sendiri (Buku Solo), juga 2 anak bersama (Buku Antologi bersama)😌, usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Perjalanan saya sangat panjang dalam menulis , sedangkan dalam dunia pendidikan yang sedang saya jalani sekarang ini, adalah sebuah pencarian jati diri yang sebenarnya. Dari puisi, dari pendidikan di bangku perguruan tinggi, dari pengalaman juga saya mencari jati diri saya. 

Jadi untuk yang sering bertanya-tanya atau berpikir apakah saya tidak salah masuk jurusan. Terimakasih dari kalimat kalian itu saya tahu bahwa kalian menyayangi saya. Luffyuuu sekebonn beserta isinya🤭❤️❤️🥺🥺

Puisi adalah jiwa bagi saya 
Biologi adalah hidup 

Puisilah yang hidup di dalam Biologi 
Bukan Biologi yang hidup di dalam Puisi 

Ini sedikit refleksi yang pandangan dari saya, entah dari saudara/i bagaimana yang penting, kita sama-sama belajar 🤗🤗

Tuhan sayang 😇🙏🙌✨☕🥀

#GadisAksara_☕

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

23👑🎂— Renungan & Refleksi 🌹🤎🦋

|•🦋•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...