|•๐ฆ•| Catatan Perempuan
Belajar Memahami Diri
Sudah sejak lama aku berhenti mengasihani diriku, berhenti untuk merasa bahwa akulah yang paling luka di Bumi. Jika apa-apa yang kau temui di lini masa ini banyak menggunakan kata aku, sungguh itu bukan kisahku. Aku hanya senang saja memikirkan hal-hal hitam yang terjadi, menggelisahi hal-hal sederhana kemudian menderetnya dalam kata.
Sudah sejak lama aku tak lagi mengutuk takdir, tak berseteru pada hal yang harusnya memang terjadi, tak menolak garis Semesta atas jalur yang melewati rotasi perputaran waktuku.
Aku memutuskan untuk tidak apa-apa untuk segala apa-apa. Aku memutuskan tertawa pada apa yang aku suka, menangis pada yang mendera dada hingga sesak.
Aku memutuskan jujur kepada diriku, setidaknya perihal yang kurasa. Sebab sering kali yang membuat detak tak beraturan adalah penyangkalan, bahwa kita baik-baik saja padahal tidak.
Aku memutuskan untuk menerima, memilih 'yasudahlah' atau 'legowo' pada yang memang seharusnya aku sesap. Aku memilih menjadi umat, bersimpuh jika luruh, menadah jika serasa nyata mulai tak ramah, dan berterimakasih pada binar-binar rasa. Sebab sekarang paham bahwa yang pergi memang sudah waktunya, sedang yang datang akan ada waktunya.
[Yaa, sedewasa inikah sekarang?]
๐️• • •
#GadisAksara_☕
Tidak ada komentar:
Posting Komentar