Kamis, 28 April 2022

PUISI

Setiap barisnya...

Diksi indahnya 

Semua tertata rapi di sana 

Menuju akhir yang berjuluk Rima 

Lalu terangkai larik berbanjar-banjar


Setiap kita adalah puisi 

Hanya saja ada beberapa yang tak menyadari 

Kitalah diksi indah sang perangkai baris 

Meski kadang kala banyak majas tak bisa dipahami 


Ada yang berperan dalam puisi sedih 

Puisi sedih yang benar-benar indah 

Tapi banyak yang hanya terlarut dalam kesedihannya 

Tanpa memaknai letak keindahannya 


Setiap kita adalah puisi

Bisa menjadi candu bagi siapapun 

Hanya saja tak setiap candu mampu menampakkan diri 

Lalu bukan berarti kita tak indah, kan? 


Ada yang berperan dalam puisi bahagia 

Puisi bahagia yang terlalu menyenangkan 

Hingga ingin menangis terlampau haru 

Tapi banyak yang hanya terlarut dalam kebahagiaannya 

Lalu mengabaikan tujuan puisi sejatinya 


Perangkai puisi tidak bodoh 

Ia menulis ratusan puisinya

Balada, ode, satire, romansa, dan berbagai halnya 

Lantas kita ditulis sebagai Balada? 

Haruskah kita menuntut untuk menjadikannya puisi romansa? 


Tidak! 

Karena setiap kita adalah puisi  

Setiap diksi...

Baris yang tertulis...

Larik yang dirangkai...

Pantas disebut candu hakikinya 


//Selamat Hari Puisi Nasional

//Selamat Hari Chairil Anwar 

#GadisAksara_☕


[Aku puisi sedih yang terlampau menggembirakan, bagaimana dengan kalian?;]


Kota Kasih, 28 April 2022


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

23👑🎂— Renungan & Refleksi 🌹🤎🦋

|•🦋•| Catatan Perempuan; Renungan dan Refleksi Panjang untuk Usia yang Baru Hari ini aku berulang tahun ke-23.   Hari ini Gerej...