Sajak menggantung di kepalaku seperti jemuran kata-kata yang tersiangi bintang dan membiarkan kaki-kaki mekar berjalan, dituntun hangatnya tangan
Kata Ayah, "Dia tumbuh bersamaku"
Lalu sajak minggat dari kepalaku, seperti cucian rasa-rasa lampau yang sudah kering terperas. Tapi, kuberikan satu anggukan akhir sampai mereka terbawa angin, hilang. susuli bintang, seiring rasa mengerut,
seiring nisbi mengerucut,
seiring aku kembali kuncup
Kata Ayah, "Dewasa memang teka-teki"
//Pria Kuno dalam Sajak🍂
#GadisAksara_☕
[Bumi, 11 Mei 2022; sepenggal ingatan kala sempat berbincang singkat dengannya pada petang menjemput rembulan:]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar